Sabtu, 11 Juni 2011

13. The Future of Internet Networking


Tidak terasa, uji coba penerapan teknologi jaringan internet masa depan dengan IPv6 (internet protocol versi 6), sepanjang Rabu kemarin, sukses dilakukan. Sejumlah situs terkemuka yang berpartisipasi menjajal layanannya dengan versi yang mendukung IPv6 tidak mengalami gangguan berarti terbukti hampir tidak adanya keluhan dari konsumen.

World IPv6 Day atau Hari IPv6 Sedunia merupakan proyek uji coba yang disponsori Internet Society untuk mengantisipasi peralihan teknologi. Sejumlah pihak menilai proses peralihan ini sepenting Y2K saat penentuan waktu di komputer harus disesuaikan di tahun 2000. Tujuan uji coba ini adalah mencari kemungkinan adanya masalah saat situs-situs web harus melakukan migrasi ke sistem pengalamatan baru.

Lebih dari 400 situs milik perusahaan swasta, pemerintah, dan universitas berpartisipasi dalam uji coba ini. Di antaranya situs besar seperti Facebook, Google, Yahoo, dan Bing juga turut menguji versi webnya yang mendukung IPv6. Ajakan untuk berpatisipasi dalam uji coba ini sudah didengungkan sejak 5 bulan lalu.

“Hari IPv6 Sedunia mendorong banyak perusahaan besar melangkah bersama. Mereka menjadikannya sebagai tenggang waktu menerapkan IPv6. Kita berharap semakin banyak orang yang akan terus menggunakannya karena terbukti tidak ada masalah, kata Martin Levy, Direktur IPv6 di Hurricane Electric, AS, yang mengklaim menggunakan backbone berbasis IPv6 terbesar saat ini.

12. Basic of Network Management

Manajemen Jaringan

Manajemen jaringan berarti sesuatu yang berbeda untuk orang yang berlainan. Dalam beberapa kasus, melibatkan konsultan jaringan monitoring kegiatan dengan protokol analyzer usang. Dalam kasus lain, manajemen jaringan melibatkan database didistribusikan, dari perangkat jaringan, grafis dilihat dari perubahan topologi jaringan dan lalu lintas. Secara umum, manajemen jaringan adalah layanan yang menggunakan berbagai perangkat, aplikasi, dan perangkat untuk membantu manusia manajer di jaringan pemantauan dan pemeliharaan jaringan.

Arsitektur manajemen jaringan
 
Kebanyakan arsitektur pengelola jaringan menggunakan dasar yang sama dalam struktur dan setting hubungan/konfigurasi. Akhir halte (di olah oleh perangkat), seperti computer dan perangkat jaringan lainya, dengan menjalankan perangkat lunak yang mumungkinkan mereka untuk mendeteksi atau memberikan tanda apabila ada trouble. Setelah menerima tanda tersebut manejemen entitas yang di program untuk bereaksi oleh pelaksana satu, dua, atau banyak tindakan, termasuk operator pemberitahuan, event logging, system shutdown, dan otomatis pada perbaikan system.

Manajemen entitas juga dapat berakhir jejak pendapat halte untuk memeriksa nilai-nilai variable tertentu. Poling dapat otomatis atua pengguna, namun bus di kelola perangkat menanggapi semua jajak pendapat. Agen adalah perangkat modul yang pertama kompilasi informasi tentang dikelola perangkat dimana merekan berada maka perusahaan ini informasi dalam pengelolaan database, dan akhirnya dapat memberikan secara proaktif reactively. Untuk pengelolaan entitas dalam system manajemen jaringan (NMSs) melalui jaringan manajemen protocol. Dikenal manajemen jaringan termasuk protocol Simple Network Management Protokol (SNMP) dan Manajemen Informasi umum Protokol (CMIP). Manajemen proxy adalah badan yang menyediakan manajemen informasi atas nama badan lainya.

11. Cloud Computing

Lahirnya Cloud Computing
Namun para pemakai masih merasakan ketidakpraktisan dengan program-program web-based, maka kini diciptakanlah suatu terobosan baru, yaitu cloud computing. Aplikasi yang ada di cloud computing tidak tergantung pada sistem operasi yang digunakan oleh pemakai (jadi boleh saja memakai Linux, Mac OS, MS Windows, bahkan sistem operasi PDA atau ponsel). Yang penting, user dapat mengakses Internet, menuju ke alamat atau situs tertentu, untuk menjalankan program yang dia perlukan.
Contoh yang paling mudah dijumpai adalah aplikasi Google (di alamat www.google.com/apps) yang di antaranya terdiri atas organiser (pengelola data relasi, jadwal atau kalender, dan email) dan aplikasi bisnis (pengolah kata, pengolah angka, dan program presentasi). Aplikasi tersebut selain gratis, juga selalu diperbarui oleh pembuatnya. Pemakai tidak perlu membayar apapun, kecuali kalau membutuhkan fitur-fitur yang lebih bagus.

Murah dan Menguntungkan
Trend sesungguhnya dari komputansi awan justru terjadi pada perusahaan. Mereka tiap tahun dipusingkan pengeluaran besar untuk membeli piranti keras dan lunak. Bila cukup membeli satu terminal, bukan saja lebih murah, tapi juga perlengkapan yang simpel lebih tahan lama. Namun mengapa konsep ini bernama komputasi awan atau cloud computing? Kembali Stefan Greve: “Internet bisa dianggap awan besar. Awan berisi komputer yang semuanya saling tersambung. Dari situlah berasal istilah ‘cloud’. Jadi semuanya disambungkan ke ‘cloud’, atau awan itu.” Konsumen kian untung dan sekedar membutuhkan ruang kecil di bawah meja. Sementara komputer induk memerlukan perawatan berkala saja dan pengamanan jauh lebih ringan serta murah. Tak perlu repot melakukan update pemindai virus dan lain sebagainya. Semuanya sudah termasuk abonemen. Juga tidak ketinggalan, komputasi awan ramah lingkungan, ungkap Stefan Greve. “Pada umumnya, komputer di rumah meniupkan udara panas. Udara panas itu berasal dari energi. Energi dibutuhkan supaya komputer bisa nyala. Tapi kebanyakan energi itu menjadi udara panas. Dengan ‘cloud computing’, sebuah komputer pusat, maka di rumah dibutuhkan lebih sedikit listrik, jadi sangat menghemat.”

10. Cloud Computing


Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan")  tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."

Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.